Sunday, August 16, 2015

Linux Command Line in Indonesia

Informasi sistem

Perintah Deskripsi
# arch lihat arsitektur dari mesin(1)   [man]
# cal 2007 lihat tabel kalendar tahun 2007   [man]
# cat /proc/cpuinfo menampilkan informasi CPU   [man]
# cat /proc/interrupts menampilkan penggunaan interupsi   [man]
# cat /proc/meminfo lihat penggunaan memori komputer   [man]
# cat /proc/swaps menampilkan partisi swap yang dipakai linux sebagai memori virtual   [man]
# cat /proc/version menampilkan versi dari kernel.   [man]
# cat /proc/net/dev menampilkan informasi kartu nic dan statistik penggunaan nic   [man]
# cat /proc/mounts menampilkan filesystem yang termuat   [man]
# clock -w simpan perubahan tanggal di BIOS.   [man]
# date tampilkan tanggal sistem   [man]
# date 041217002007.00 tetapkan tanggal dan waktu - BulanHariJamMenitTahun.Detik   [man]
# dmidecode -q tampilkan komponen-komponen perangkat keras dari sistem   [man]
# hdparm -i /dev/hda tampilkan karakteristik dari sebuah hard-disk   [man]
# hdparm -tT /dev/sda uji coba tes baca pada sebuah hard-disk   [man]
# lspci -tv tampilkan perangkat-perangkat PCI yang ada   [man]
# lsusb -tv tampilkan perangkat-perangkat USB   [man]
# uname -m tampilkan arsitektur mesin(2)   [man]
# uname -r tampilkan versi dari kernel yang digunakan   [man]
 « ATAS «

Matikan, Mulai ulang dan Keluar dari sistem

Perintah Deskripsi
# init 0 matikan sistem(2), matikan komputer   [man]
# logout keluar dari sesi   [man]
# reboot memulai ulang sistem linux anda   [man]
# shutdown -h now mematikan komputer   [man]
# shutdown -h 16:30 & menjadwalkan saat sistem dimatikan   [man]
# shutdown -c membatalkan mematikan sistem yang telah dijadwalkan   [man]
# shutdown -r now memulai ulang sistem linux anda   [man]
# telinit 0 mematikan sistem   [man]
 « ATAS «

Berkas dan Direktori

Perintah Deskripsi
# cd /home masuk ke direktori '/home'   [man]
# cd .. kembali satu tingkat di atas direktori saat ini   [man]
# cd ../.. kembali dua tingkat   [man]
# cd kembali ke direktori 'home'   [man]
# cd ~user1 kembali ke direktori 'home'   [man]
# cd - kembali ke direktori sebelumnya   [man]
# cp file1 file2 menyalin 'file1' ke 'file2'   [man]
# cp dir/* . menyalin semua isi direktori 'dir' ke direktori aktif   [man]
# cp -a /tmp/dir1 . menyalin direktori ke direktori anda berada sekarang   [man]
# cp -a dir1 dir2 salin sebuah direktori   [man]
# cp file file1 menghasilkan tipe mime dari file sebagai teks   [man]
# iconv -l memperlihatkan daftar pengkodean kelompok karakter yang dikenali   [man]
# iconv -f fromEncoding -t toEncoding inputFile > outputFile menterjemahkan pengkodean karakter dari satu format ke format yang lain   [man]
# find . -maxdepth 1 -name *.jpg -print -exec convert ubah sekumpulan berkas gambar dalam direktori aktif dan mengirim mereka ke direktori thumbnail (perlu konversi menggunakan Imagemagick)   [man]
# ln -s file1 lnk1 membuat sebuah tautan simbolis untuk 'file1' ke suatu berkas tautan 'lnk1'   [man]
# ln file1 lnk1 membuat tautan fisik antara 'file1' dengan berkas tautan 'lnk1'   [man]
# ls tampilkan berkas-berkas dalam direktori   [man]
# ls -F tampilkan berkas-berkas dalam direktori   [man]
# ls -l menampilkan detil berkas dalam direktori   [man]
# ls -a menampilkan berkas-berkas yang tersembunyi   [man]
# ls *[0-9]* menampilkan berkas-berkas serta direktori yang namanya mengandung angka   [man]
# lstree menampilkan direktori dalam satu diagram pohon   [man]
# mkdir dir1 membuat sebuah direktori yang diberi nama 'dir1'   [man]
# mkdir dir1 dir2 membuat dua direktori dengan satu perintah   [man]
# mkdir -p /tmp/dir1/dir2 membuat pohon direktori   [man]
# mv dir1 new_dir merubah nama atau memindahkan direktori dari 'dir1' ke 'new_dir'   [man]
# pwd menunjukkan setapak dari direktori saat ini   [man]
# rm -f file1 hapus berkas yang bernama 'file1'.   [man]
# rm -rf dir1 menghapus direktori 'dir1' beserta isinya tanpa konfirmasi lagi   [man]
# rm -rf dir1 dir2 menghapus dua direktori beserta isinya tanpa konfirmasi lagi   [man]
# rmdir dir1 menghapus direktori 'dir1'   [man]
# touch -t 0712250000 file1 merubah jejakwaktu suatu berkas atau direktori - (YYMMDDhhmm)   [man]
# tree menampilkan diagram pohon direktori   [man]
 « ATAS «

Pencarian berkas

Perintah Deskripsi
# find / -name file1 mencari berkas dan direktori bernama 'file1' dari '/'   [man]
# find / -user user1 mencari berkas dan direktori milik 'user1'   [man]
# find /home/user1 -name \*.bin mencari berkas dengan ekstensi '.bin' di dalam direktori '/home/user1'   [man]
# find /usr/bin -type f -atime +100 mencari berkas biner yang tidak pernah diakses dalam 100 hari terakhir   [man]
# find /usr/bin -type f -mtime -10 mencari berkas yang dibuat atau dirubah dalam 10 hari terakhir   [man]
# find / -name *.rpm -exec chmod 755 '{}' \; mencari berkas dengan ekstensi '.rpm' serta merubah hak berkas saat ketemu   [man]
# find / -xdev -name \*.rpm mencari berkas dengan ekstensi '.rpm' dengan mengabaikan partisi yang dapat berpindah seperti cdrom, flash-disk, dll....   [man]
# locate \*.ps mencari berkas dengan ekstensi '.ps' - sebelumnya jalankan perintah 'updatedb' agar pencarian berhasil   [man]
# whereis halt menunjukkan lokasi dari berkas biner, sumber atau man   [man]
# which halt menunjukkan alamat lengkap ke suatu berkas biner / executable   [man]
 « ATAS «

Memuat Filesystem

Perintah Deskripsi
# fuser -km /mnt/hda2 melakukan umount secara paksa ketika perangkat sedang sibuk   [man]
# mount /dev/hda2 /mnt/hda2 memuat disk hda2 - memverifikasi keberadaan direktori '/mnt/hda2'   [man]
# mount /dev/fd0 /mnt/floppy memuat floppy disk   [man]
# mount /dev/cdrom /mnt/cdrom memuat cdrom / dvdrom   [man]
# mount /dev/hdc /mnt/cdrecorder memuat cdrw / dvdrom   [man]
# mount /dev/hdb /mnt/cdrecorder memasang cdrw / dvdrw   [man]
# mount -o loop file.iso /mnt/cdrom memuat berkas atau image iso   [man]
# mount -t vfat /dev/hda5 /mnt/hda5 memuat filesystem Windows FAT32   [man]
# mount /dev/sda1 /mnt/usbdisk memuat pen-drive atau flash-drive usb   [man]
# mount -t smbfs -o username=user,password=pass //WinClient/share /mnt/share memuat disk berbagi pakai dari pc windows   [man]
# umount /dev/hda2 melepaskan disk hda2 - keluar dari titik muat '/mnt/hda2' terlebih dahulu agar berhasil   [man]
# umount -n /mnt/hda2 menjalankan umount tanpa menulis ke berkas /etc/mtab - berguna ketika berkas dalam kondisi hanya-baca atau hard disk penuh   [man]
 « ATAS «

Ruang Disk

Perintah Deskripsi
# df -h menampilkan daftar partisi yang termuat   [man]
# dpkg-query -W -f='${Installed-Size;10}t${Package}n' | sort -k1,1n menunjukkan ruang yang terpakai oleh paket-paket deb yang telah terpasang, diurut berdasarkan ukuran (debian, ubuntu dan sejenisnya)   [man]
# du -sh dir1 memperkirakan ruang yang terpakai oleh direktori 'dir1'   [man]
# du -sk * | sort -rn menunjukkan ukuran berbagai berkas dan direktori yang diurut berdasarkan ukuran   [man]
# ls -lSr |more menunjukkan ukuran berbagai berkas dan direktori yang diurut berdasarkan ukuran   [man]
# rpm -q -a --qf '%10{SIZE}t%{NAME}n' | sort -k1,1n menunjukkan ruangan yang terpakai oleh paket-paket rpm yang telah terpasang, diurut berdasarkan ukuran (fedora, redhat dan sejenisnya)   [man]
 « ATAS «

Pengguna dan Grup

Perintah Deskripsi
# test user [english]
Deskripsi tidak tersedia bagi bahasa ini[Indonesian?]
# chage -E 2005-12-31 user1 menetapkan batas waktu untuk sandi lewat
# groupadd [group] membuat grup baru
# groupdel [group] menghapus grup
# groupmod -n moon sun merubah nama grup dari moon menjadi sun
# grpck memeriksa sintaks yang benar dan bentuk data dari '/etc/group' serta grup yang ada
# newgrp - [group] masuk ke dalam grup baru untuk merubah grup standar dari data yang baru dibuat
# passwd merubah sandi lewat
# passwd user1 merubah sandi lewat pengguna (hanya oleh root)
# pwck memeriksa sintaks yang benar serta format data dari '/etc/passwd' dan pengguna yang ada
# useradd -c "User Linux" -g admin -d /home/user1 -s /bin/bash user1 membuat pengguna baru "user1" yang dimiliki oleh grup "admin"
# useradd user1 membuat pengguna baru
# userdel -r user1 menghapus pengguna ('-r' menghilangkan direktori home)
# usermod -c "User FTP" -g system -d /ftp/user1 -s /bin/nologin user1 merubah atribut pengguna
 « ATAS «

Hak pada Berkas

Perintah Deskripsi
# chgrp group1 file1 merubah grup dari data
# chmod ugo+rwx directory1 menetapkan izin membaca (r), menulis (w) dan (x) akses ke pemilik pengguna (u) grup (g) dan lainnya (o)
# chmod go-rwx directory1 memindahkan izin membaca (r), menulis (w) dan (x) akses ke pemilik pengguna (g) dan lainnya (o)
# chmod u+s /bin/file1 menetapkan bit SUID pada data binari - pengguna yang menjalankan data tersebut memperoleh izin yang sama seperti pemilik
# chmod u-s /bin/file1 Mematikan bit SUID pada data binari
# chmod g+s /home/public menetapkan bit SGID pada direktori - mirip dengan SUID tapi untuk direktori
# chmod g-s /home/public non-aktifkan bit SGID pada direktori
# chmod o+t /home/public menetapkan bit STIKY pada direktori - mengizinkan penghapusan data hanya untuk pemilik yang sah
# chmod o-t /home/public non-aktifkan bit STIKY pada direktori
# chown user1 file1 merubah kepemilikan dari data
# chown -R user1 directory1 merubah pengguna pemilik dari direktori dan semua data serta direktori yang ada di dalamnya
# chown user1:group1 file1 Merubah pemilik dan Group dari sebuah File
# find / -perm -u+s melihat semua file di dalam sistem dengan konfigurasi SUID
# ls -lh memperlihatkan hal-hal yang diizinkan di dalam file-file
# ls /tmp | pr -T5 -W$COLUMNS membagi terminal menjadi 5 kolom
 « ATAS «

Atribut Khusus pada berkas

Perintah Deskripsi
# chattr +a file1 untuk menuliskan kata pembuka dari suatu file dengan mode lampiran
# chattr +c file1 mengizinkan kompresi/dekompresi file secara otomatis oleh kernel
# chattr +d file1 memastikan program mengabaikan Dump pada saat proses backup file
# chattr +i file1 mengekalkan file tertentu, sehingga tidak dapat dihapus, diubah, diganti nama, atau di-link-kan
# chattr +s file1 membuat file tertentu aman saat dihapus
# chattr +S file1 memastikan file yang telah dimodifikasi tertulis dengan mode sinkronis (snychronous mode) layaknya dengan sync
# chattr +u file1 membuatmu bisa menemukan kembali konten yang sudah ter-cancel.
# lsattr untuk memperlihatkan atribut-atribut spesial
 « ATAS «

Arsip dan berkas terkompresi

Perintah Deskripsi
# bunzip2 file1.bz2 melakukan dekompresi suatu berkas bernama 'file1.bz2'
# bzip2 file1 melakukan kompresi suatu berkas bernama 'file1'
# gunzip file1.gz melakukan dekompresi suatu berkas bernama 'file1.gz'
# gzip file1 melakukan kompresi suatu berkas bernama 'file1'
# gzip -9 file1 melakukan kompresi secara maksimal
# rar a file1.rar test_file membuat suatu arsip rar bernama 'file1.rar'
# rar a file1.rar file1 file2 dir1 melakukan kompresi 'file1', 'file2' dan 'dir1' secara simultan
# rar x file1.rar melakukan dekompresi arsip berekstensi rar
# tar -cvf archive.tar file1 membuat suatu arsip tar agar tidak terkompresi
# tar -cvf archive.tar file1 file2 dir1 membuat arsip yang memuat 'file1', 'file2' dan 'dir1'
# tar -tf archive.tar memperlihatkan konten suatu arsip
# tar -xvf archive.tar mengekstrak suatu arsip tar
# tar -xvf archive.tar -C /tmp mengekstrak arsip tar ke /tmp
# tar -cvfj archive.tar.bz2 dir1 mengkompresi direktori 'dir1' ke dalam arsip bzip2
# tar -xvfj archive.tar.bz2 melakukan dekompresi terhadap arsip bzip2
# tar -cvfz archive.tar.gz dir1 mengkompresi direktori 'dir1' ke dalam arsip gzip
# tar -xvfz archive.tar.gz melakukan dekompresi terhadap arsip gzip
# unrar x file1.rar melakukan dekompresi arsip berekstensi rar
# unzip file1.zip melakukan dekompresi arsip berekstensi zip
# zip file1.zip file1 mengkompresi berkas 'file1' ke dalam arsip zip
# zip -r file1.zip file1 file2 dir1 mengkompresi beberapa file dan direktori ke dalam arsip zip secara simultan
 « ATAS «

Paket RPM ( Fedora, Red Hat dan sejenisnya)

Perintah Deskripsi
# rpm -ivh [package.rpm] menginstal suatu paket rpm
# rpm -ivh --nodeeps [package.rpm] meenginstal suatu paket rpm dengan mengabaikan permintaan file-file pendukungnya (dependencies)
# rpm -U [package.rpm] melakukan upgrade suatu paket rpm tanpa mengubah konfigurasi file-filenya
# rpm -F [package.rpm] melakukan upgrade suatu paket rpm hanya ketika paket tersebut telah terinstal
# rpm -e [package] menghapus paket rpm
# rpm -qa memperlihatkan semua paket-paket rpm yang terinstal pada sistem
# rpm -qa | grep httpd memperlihatkan semua paket-paket rpm dengan nama "httpd"
# rpm -qi [package] mendapatkan informasi dari paket tententu yang terinstal
# rpm -qg "System Environment/Daemons" memperlihatkan paket-paket rpm sebagai suatu kumpulan software
# rpm -ql [package] memperlihatkan daftar file-file yang disajikan oleh paket-paket rmp yang terinstal
# rpm -qc [package] memperlihatkan daftar konfigurasi file-file yang disajikan oleh suatu paket rpm yang terinstal
# rpm -q [package] --whatrequires memperlihatkan daftar file dukungan yang dibutuhkan oleh suatu paket rpm
# rpm -q [package] --whatprovides memperlihatkan kemampuan yang disajikan oleh suatu paket rpm
# rpm -q [package] --scripts memperlihatkan tulisan (script) ketika instalasa/penghapusan dimulai
# rpm -q [package] --changelog memperlihatkan sejarah perbaikan dari suatu paket rpm
# rpm -qf /etc/httpd/conf/httpd.conf memeriksa file yang ikutserta dalam paket rpm
# rpm -qp [package.rpm] -l memperlihatkan daftar file-file yang disajikan paket rpm namun belum terinstal
# rpm --import /media/cdrom/RPM-GPG-KEY meng-import public-key digital signature
# rpm --checksig [package.rpm] memastikan integritas dari paket rpm
# rpm -qa gpg-pubkey memeriksa integritas semua paket rpm yang terinstal
# rpm -V [package] memeriksa ukuran file, izin, tipe, kepemilikan, kumpulan, MD5 ckecksum dan modifikasi terakhir
# rpm -Va memeriksa semua paket-paket rpm yang terinstal di sistim - agar digunakan dengan hati-hati
# rpm -Vp [package.rpm] memeriksa suatu paket rpm yang berlum terinstal
# rpm -ivh /usr/src/redhat/RPMS/`arch`/[package.rpm] menginstal paket yang terbuat dari soure rpm
# rpm2cpio [package.rpm] | cpio --extract --make-directories *bin* mengekstrak file executable dari suatu paket rpm
# rpmbuild --rebuild [package.src.rpm] membuat suatu paket rpm dari source rpm
 « ATAS «

Peralatan paket YUM (Fedora, RedHat dan sejenisnya)

Perintah Deskripsi
# yum -y install [package] mengunduh dan menginstal suatu paket rpm
# yum localinstall [package.rpm] untuk menginstal RPM, dan mencoba untuk menyelesaikan semua dependensi yang dapat digunakan oleh repositori Anda
# yum -y update mengupdate paket-paket rpm yang telah terinstal di sistem
# yum update [package] mengupgrade paket rpm
# yum remove [package] menghapus suatu paket rpm
# yum list menampilkan daftar paket-paket yang terinstal di sistem
# yum search [package] menemukan suatu paket tertentu pada repository rpm
# yum clean [package] membersihkan chache penghapusan paket-paket rpm yang telah diunduh
# yum clean headers menghapus semua file header yang digunakan oleh sistem pengguna untuk menghapus dependensi
# yum clean all hilangkan dari kantong paket dan judul berkas
 « ATAS «

Paket DEB (Debian, Ubuntu dan sejenisnya)

Perintah Deskripsi
# dpkg -i [package.deb] install/upgrade paket deb
# dpkg -r [package] menghilangkan paket deb dari sistem
# dpkg -l menampilkan semua paket deb yang terpasang pada sistem
# dpkg -l | grep httpd menampilkan semua paket deb dengan nama "httpd"
# dpkg -s [package] memperoleh informasi mengenai paket tertentu yang dipasang pada sistem
# dpkg -L [package] menampilkan daftar file yang disediakan oleh sebuah paket yang terpasang pada sistem
# dpkg --contents [package.deb] menampilkan daftar berkas dari paket yang tidak terpasang
# dpkg -S /bin/ping memverifikasi nama paket dimana berkas tersimpan
 « ATAS «

Peralatan paket APT (Debian, Ubuntu dan sejenisnya)

Perintah Deskripsi
# apt-cache search [package] tampilkan daftar paket-paket yang berhubungan dengan kata 'search-packages'.
# apt-cdrom install [package] pasang / tingkatkan sebuah paket deb dari cdrom
# apt-get install [package] pasang / tingkatkan versi dari sebuah paket deb
# apt-get update perbaharui daftar paket
# apt-get upgrade tingkatkan versi dari semua paket-paket yang telah terpasang
# apt-get remove [package] hapus paket deb dari sistem
# apt-get check memastikan penyelesaian yang benar dari dependensi
# apt-get clean bersihkan berkas sementara dari paket-paket yang telah diunduh
 « ATAS «

Peralatan paket Pacman (Arch, Frugalware dan sejenisnya)

Perintah Deskripsi
# pacman -S name install paket 'name' dengan ketergantungan
# pacman -R name Hapus paket 'name' dan seluruh filenya
 « ATAS «

Lihat isi berkas

Perintah Deskripsi
# cat file1 lihat isi dari berkas1 dimulai dari baris pertama
# head -2 file1 menampilkan dua baris pertama dari suatu file
# less file1 mirip dengan perintah 'more' tapi mempermudah melihat ke belakang dan ke depan dari isi berkas
# more file1 tampilkan isi dari sebuah berkas secara lengkap
# tac file1 tampilkan isi sebuah berkas dari baris terakhir
# tail -2 file1 tampilkan dua baris terakhir dari suatu file
# tail -f /var/log/messages tampilkan waktu sebenarnya yang berada di sebuah berkas
 « ATAS «

Manipulasi Teks

Perintah Deskripsi
# cat example.txt | awk 'NR%2==1' menghilangkan seluruh baris genap dari berkas example.txt
# echo a b c | awk '{print $1}' menampilkan kolom pertama dari suatu baris
# echo a b c | awk '{print $1,$3}' menampilkan kolom pertama dan ketiga dari suatu baris
# cat -n file1 memberi nomor baris pada tampilan suatu file
# comm -1 file1 file2 bandingkan isi dua berkas dengan menghapus baris yang hanya terdapat pada 'file1'
# comm -2 file1 file2 membandingkan isi dua berkas dengan menghapus baris yang hanya terdapat pada 'file2'
# comm -3 file1 file2 membandingkan isi dua berkas dengan menghapus baris yang terdapat pada kedua berkas
# diff file1 file2 mencari perbedaan antara dua file
# grep Aug /var/log/messages mencari kata "Aug" dalam berkas '/var/log/messages'
# grep ^Aug /var/log/messages mencari kata-kata yang diawali dengan "Aug" dalam berkas '/var/log/messages'
# grep [0-9] /var/log/messages memilih semua baris yang mengandung angka pada berkas '/var/log/messages'
# grep Aug -R /var/log/* mencari untai kata "Aug" pada berkas-berkas di dalam direktori '/var/log/' dan dibawahnya
# paste file1 file2 menggabungkan isi dari dua berkas kedalam satu kolom
# paste -d '+' file1 file2 menggabungkan isi dua berkas dalam bentuk kolom dengan pemisah '+' diantaranya
# sdiff file1 file2 mencari perbedaan antara dua berkas dan tampilkan secara interaktif selayaknya "diff"
# sed 's/string1/string2/g' example.txt mengganti semua 'string1' dengan 'string2' dalam berkas example.txt
# sed '/^$/d' example.txt menghapus seluruh baris kosong dari berkas example.txt
# sed '/ *#/d; /^$/d' example.txt menghapus komentar serta baris kosong dari berkas example.txt
# sed -e '1d' exampe.txt menghapus baris pertama dari berkas example.txt
# sed -n '/string1/p' menampilkan hanya baris yang mengandung kata 'string1'
# sed -e 's/ *$//' example.txt menghapus karakter kosong pada setiap akhir baris
# sed -e 's/string1//g' example.txt menghapus semua kata 'string1' dari berkas example.txt
# sed -n '1,5p' example.txt menampilkan baris 1 hingga 5 dari berkas example.txt
# sed -n '5p;5q' example.txt menampilkan baris 5 dari berkas example.txt
# sed -e 's/00*/0/g' example.txt menggantikan banyak angka 0 dengan satu 0
# sort file1 file2 mengurutkan isi dari 2 berkas
# sort file1 file2 | uniq mengurutkan isi dua berkas tanpa menampilkan pengulangan
# sort file1 file2 | uniq -u mengurutkan isi dua berkas dan hanya menampilkan baris yang unik
# sort file1 file2 | uniq -d mengurutkan isi dua berkas dan hanya menampilkan baris yang diulang
# echo 'word' | tr '[:lower:]' '[:upper:]' merubah dari huruf kecil menjadi huruf besar
 « ATAS «

Kelompok karakter dan Konversi format berkas

Perintah Deskripsi
# dos2unix filedos.txt fileunix.txt merubah berkas teks dari format MSDOS ke UNIX
# recode ..HTML < page.txt > page.html merubah berkas teks menjadi html
# recode -l | more tampilkan semua format konversi yang tersedia
# unix2dos fileunix.txt filedos.txt merubah berkas teks dari format UNIX ke MSDOS
 « ATAS «

Analisis Filesystem

Perintah Deskripsi
# badblocks -v /dev/hda1 periksa blok yang rusak pada disk hda1
# dosfsck /dev/hda1 perbaiki / periksa integritas filesystem dos pada disk hda1
# e2fsck /dev/hda1 perbaiki / periksa integritas filesystem ext2 pada disk hda1
# e2fsck -j /dev/hda1 perbaiki / periksa integritas filesystem ext3 pada disk hda1
# fsck /dev/hda1 perbaiki / periksa integritas filesystem linux pada disk hda1
# fsck.ext2 /dev/hda1 perbaiki / periksa integritas filesystem ext2 pada disk hda1
# fsck.ext3 /dev/hda1 perbaiki / periksa integritas filesystem ext3 pada disk hda1
# fsck.vfat /dev/hda1 perbaiki / periksa integritas filesystem fat pada disk hda1
# fsck.msdos /dev/hda1 perbaiki / periksa integritas filesystem dos pada disk hda1
 « ATAS «

Format Filesystem

Perintah Deskripsi
# fdformat -n /dev/fd0 memformat diket flopi
# mke2fs /dev/hda1 membuat filesystem tipe linux ext2 pada partisi hda1
# mke2fs -j /dev/hda1 membuat filesystem tipe linux ext3 (journal) pada partisi hda1
# mkfs /dev/hda1 membuat filesystem tipe linux pada partisi hda1
# mkfs -t vfat 32 -F /dev/hda1 membuat filesystem FAT32
# mkswap /dev/hda3 membuat filesystem swap
 « ATAS «

Filesystem SWAP

Perintah Deskripsi
# mkswap /dev/hda3 membuat filesystem swap
# swapon /dev/hda3 mengaktivasi partisi swap baru
# swapon /dev/hda2 /dev/hdb3 mengaktifkan dua partisi swap dengan satu perintah
 « ATAS «

Penyimpanan Duplikat

Perintah Deskripsi
# find /var/log -name '*.log' | tar cv --files-from=- | bzip2 > log.tar.bz2 mencari semua berkas dengan ekstensi '.log' serta membuat arsip bzip
# find /home/user1 -name '*.txt' | xargs cp -av --target-directory=/home/backup/ --parents mencari dan menduplikasi semua berkas dengan ekstensi '.txt' dari satu directory ke directory lain.
# dd bs=1M if=/dev/hda | gzip | ssh user@ip_addr 'dd of=hda.gz' membuat backup hard-disk lokal pada mesin ter-remote menggunakan ssh
# dd if=/dev/sda of=/tmp/file1 mem-backup isi harddrive dalam sebuah file
# dd if=/dev/hda of=/dev/fd0 bs=512 count=1 membuat duplikasi MBR(Master Boot Record kedalam floppy
# dd if=/dev/fd0 of=/dev/hda bs=512 count=1 mengembalikan MBR dari backup yang disalin dan disimpan di floppy
# dump -0aj -f /tmp/home0.bak /home membuat semua backup dari direktori '/home'
# dump -1aj -f /tmp/home0.bak /home membuat backup tambahan dari direktori '/home'
# restore -if /tmp/home0.bak mengembalikan backup secara interaktif
# rsync -rogpav --delete /home /tmp sinkronisasi antar direktori- direktori
# rsync -rogpav -e ssh --delete /home ip_address:/tmp rsync menggunakan SSH tunnel
# rsync -az -e ssh --delete ip_addr:/home/public /home/local mengsinkronkan direktori lokal dengan direktori yang dikendalikan lewat ssh dan kompresi
# rsync -az -e ssh --delete /home/local ip_addr:/home/public mengsinkronkan directory yang dikendalikan dengan direktori lokal lewat ssh dan kompresi
# tar -Puf backup.tar /home/user membuat backup tambahan dari dari direktori '/home/user'
# ( cd /tmp/local/ && tar c . ) | ssh -C user@ip_addr 'cd /home/share/ && tar x -p' salin isi dari sebuah direktori melalui ssh pada direktori yang di kendalikan
# ( tar c /home ) | ssh -C user@ip_addr 'cd /home/backup-home && tar x -p' salin direktori lokal ke direktori yang dikenalikan lewat ssh
# tar cf - . | (cd /tmp/backup ; tar xf - ) local copy preserving permits and links from a directory to another [english]
Deskripsi tidak tersedia bagi bahasa ini[Indonesian?]
 « ATAS «

CDROM

Perintah Deskripsi
# cd-paranoia -B mengkonversi lajur audio dari CD ke berkas wav
# cd-paranoia -- mengkonversi tiga lajur audio pertama dari CD ke berkas wav
# cdrecord -v gracetime=2 dev=/dev/cdrom -eject blank=fast -force menghapus isi cd-rw
# cdrecord -v dev=/dev/cdrom cd.iso membakar berkas ISO ke dalam CD
# gzip -dc cd_iso.gz | cdrecord dev=/dev/cdrom - membakar berkas ISO terkompresi ke dalam CD
# cdrecord --scanbus memindai bus data untuk mengidentifikasi kanal scsi
# dd if=/dev/hdc | md5sum melakukan perhitungan md5sum terhadap perangkat, semacam CD
# mkisofs /dev/cdrom > cd.iso membuat berkas image ISO dari sebuah cdrom
# mkisofs /dev/cdrom | gzip > cd_iso.gz membuat berkas image ISO terkompresi dari sebuah cdrom
# mkisofs -J -allow-leading-dots -R -V membuat berkas image ISO dari suatu direktori
# mount -o loop cd.iso /mnt/iso memuat image ISO ke direktori '/mnt/iso'
 « ATAS «

Jejaring (LAN / WiFi)

Perintah Deskripsi
# dhclient eth0 mengaktifkan 'eth0' ke mode dhcp
# ethtool eth0 menampilkan statistik penggunaan jaringan yang melalui 'eth0'
# host www.example.com menampilkan hasil pencarian dari nama komputer ke alamat ip dan sebaliknya
# hostname menampilkan nama komputer dari sistem
# ifconfig eth0 menampilkan konfigurasi suatu nic
# ifconfig eth0 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0 Mengatur alamat IP
# ifconfig eth0 promisc mengkonfigurasi 'eth0' ke dalam mode bebas agar dapat mengendus paket yang beredar pada jaringan
# ifdown eth0 menonaktifkan 'eth0'
# ifup eth0 mengaktifkan 'eth0'
# ip link show menampilkan status koneksi pada semua antarmuka jaringan
# iwconfig eth1 menampilkan jaringan wireless
# iwlist scan melakukan pemindaian wifi untuk mengetahui koneksi wireless yang tersedia
# mii-tool eth0 menampilkan status koneksi 'eth0'
# netstat -tup menampilkan semua koneksi jaringan yang aktif beserta identifikasi prosesnya
# netstat -tupl menampilkan semua layanan jaringan yang 'mendengarkan' pada sistem beserta identifikasi prosesnya
# netstat -rn menampilkan tabel routing seperti perintah 'route -n'
# nslookup www.example.com mencari resolusi dari nama komputer ke alamat ip dan sebaliknya
# route -n menampilkan tabel routing
# route add -net 0/0 gw IP_Gateway mengkonfigurasi gerbang jaringan
# route add -net 192.168.0.0 netmask 255.255.0.0 gw 192.168.1.1 menambahkan rute statik untuk mencapai jaringan '192.168.0.0/16'
# route del 0/0 gw IP_gateway menghapus rute statik
# echo "1" > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward mengaktifkan rute ip /proc/sys/net/ipv4/ip_forward agar nic berfungi sebagai gerbang perantara jaringan
# tcpdump tcp port 80 menampilkan semua lalu-lintas HTTP
# whois www.example.com menampilkan hasil pencarian informasi suatu domain melalui database whois
 « ATAS «

Jaringan Microsoft Windows (samba)

Perintah Deskripsi
# mount -t smbfs -o username=user,password=pass //WinClient/share /mnt/share memuat ruang disk yang berbagi pakai pada jaringan windows
# nbtscan ip_addr menunjukkan nama netbios suatu alamat ip
# nmblookup -A ip_addr menunjukkan nama netbios suatu alamat ip
# smbclient -L ip_addr/hostname menunjukkan nama ruang disk dan printer yang berbagi pakai pada suatu pc windows
# smbget -Rr smb://ip_addr/share sebagaimana wget dapat mengunduh berkas dari layanan berbagi pakai pada pc windows melalui smb
 « ATAS «

IPTABLES (firewall)

Perintah Deskripsi
# iptables -t filter -L perlihatkan seluruh rantai tabel filter
# iptables -t nat -L perlihatkan seluruh rantai tabel nat
# iptables -t filter -F hapus semua aturan pada tabel filter
# iptables -t nat -F hapus semua aturan pada tabel nat
# iptables -t filter -X hapus semua rantai yang dibuat oleh pengguna
# iptables -t filter -A INPUT -p tcp --dport telnet -j ACCEPT izinkan koneksi telnet ke rantai input
# iptables -t filter -A OUTPUT -p tcp --dport http -j DROP tolak koneksi HTTP ke rantai output
# iptables -t filter -A FORWARD -p tcp --dport pop3 -j ACCEPT izinkan koneksi POP3 melalui rantai forward
# iptables -t filter -A INPUT -j LOG --log-prefix catat transaksi pada rantai input
# iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE konfigurasikan PAT (Port Address Traslation) pada eth0 dengan merubah paket yang keluar
# iptables -t nat -A PREROUTING -d 192.168.0.1 -p tcp -m tcp --dport 22 -j DNAT --to-destination 10.0.0.2:22 alihkan paket yang ditujukan untuk suatu alamat ke alamat lainnya
 « ATAS «

Pemantauan dan pencarian kesalahan

Perintah Deskripsi
# free -m menampilkan RAM yang belum terpakai sistem, dalam hitungan megabyte
# kill -9 process_id memaksa penghentian proses serta mematikannya
# kill -1 process_id memaksa suatu proses agar memuat ulang konfigurasinya
# last reboot menampilkan kapan pemuatan ulang sistem terakhir kali terjadi
# lsmod menampilkan modul-modul kernel yang di muat saat ini
# lsof -p process_id menampilkan daftar berkas yang dibuka oleh suatu proses
# lsof /home/user1 menampilkan daftar berkas yang terbuka pada suatu alamat direktori sistem
# ps -eafw menampilkan berbagai proses yang sedang berjalan
# ps -e -o pid,args --forest menampilkan berbagai proses yang sedang berjalan dengan tampilan hirarki
# pstree menampilkan diagram pohon proses yang berjalan
# smartctl -A /dev/hda memantau realibilitas hard disk melalui fungsi SMART
# smartctl -i /dev/hda memeriksa apakah fungsi SMART aktif pada suatu hard disk
# strace -c ls >/dev/null menampilkan panggilan fungsi sistem yang dibuat dan diterima oleh proses
# strace -f -e open ls >/dev/null menampilkan panggilan pustaka fungsi
# tail /var/log/dmesg menampilkan laporan pesan yang terjadi saat kernel dimulai
# tail /var/log/messages menampilkan laporan kejadian pada sistem
# top menampilkan proses yang berjalan dalam tampilan daftar yang aktif, diurut berdasarkan penggunaan sumber daya cpu
# watch -n1 'cat /proc/interrupts' menampilkan interupsi perangkat keras dalam waktu riil
 « ATAS «

Perintah berguna lainnya

Perintah Deskripsi
# alias hh='history' inisialisasi "hh" untuk perintah "history"
# apropos ...keyword display a list of commands that pertain to keywords of a program , useful when you know what your program does, but you don't know the name of the command [english]
Deskripsi tidak tersedia bagi bahasa ini[Indonesian?]
# chsh ganti perintah shell
# chsh --list-shells nice command to know if you have to remote into another box [english]
Deskripsi tidak tersedia bagi bahasa ini[Indonesian?]
# gpg -c file1 encrypt a file with GNU Privacy Guard [english]
Deskripsi tidak tersedia bagi bahasa ini[Indonesian?]
# gpg file1.gpg Mendeskripsikan sebuah berkas dengan GNU Privacy Guard
# ldd /usr/bin/ssh show shared libraries required by ssh program [english]
Deskripsi tidak tersedia bagi bahasa ini[Indonesian?]
# man ping lihat manual untuk command ping
# mkbootdisk --device /dev/fd0 `uname -r` create a boot floppy [english]
Deskripsi tidak tersedia bagi bahasa ini[Indonesian?]
# wget -r www.example.com download keseluruhan halaman web
# wget -c www.example.com/file.iso Mendownload sebuah file dengan kemampuan untuk berhenti dan melanjutkan kemudian
# echo 'wget -c www.example.com/files.iso' | at 09:00 mulai mengunduh pada waktu yang ditentukan
# whatis ...keyword menampilkann deskripsi dari apa yang dilakukan oleh suatu program
# who -a menampilkan pengguna yang sedang login di sistem

Wednesday, August 12, 2015

Install SSL di Ubuntu dan Mengaktifkan HTTPS

Hari ini mau tulis tentang cara install ssl di ubuntu dan mengaktifkan httpsnya. Ini saya lakukan di ubuntu 13.04, menggunakan web server apache2.
Oke langsung aja ya, 
Langkah 1 ; Install openssl, kalau belum diinstall
     sudo apt-get install openssl
Langkah 2 ; Generate private key
    openssl genrsa -des3 -out server.key 1024 (Setelah enter maka akan disuruh input pass phrase min 4 digit)
Langkah 3 ; Generate CSR (Certificate Signing Request)
    openssl req  -new -key server.key -out server.csr (Setelah enter maka akan disuruh input pass phrase yg tadi diinput saat buat private key)
Pada langkah ketiga akan ditanya :
- Country Name (CN)
- State or Province Name
- Locality Name (city)
- Organization Name (company)
- Organization Unit Name (section)
- Common Name (IP server or FQDN)
- Email address
- Challange Password
- Company name
Langkah 4 ; Hapus passphrase from key
       cp server.key server.key.org
       openssl rsa -in server.key.org -out server.key
Langkah 5 ; Generate  self-signed certificate
       openssl x509  -req  -days 365 -in server.csr -signkey server.key -out server.crt
Langkah 6 : Copy ke forlder ssl yang ada di /etc/apache2
       sudo mkdir /etc/apache2/ssl  <bikin folder ssl, karena sebelumnya belum ada>
       sudo cp server.key /etc/apache2/ssl
       sudo cp server.crt /etc/apache2/ssl
Langkah 7 ; Enable ssl
       sudo a2enmod ssl
Langkah 8 ; Buat file link di sites-enable
      sudo ln -s /etc/apache2/sites-enabel/000-default-ssl /etc/apache2/sites-available/default-ssl
Langkah 9 ; Buat folder root untuk ssl
       sudo mkdir /var/www-ssl
       buat file index.html, jadi kita bisa tau kalau document root mengarah ke folder ini.
       <html> 
               <h1> Server SSL </h1>
       </html>
Langkah 10 ; Sebelum melakukan edit, sebaiknya backup file yang ada di folder sites-available
       sudo cp /etc/apache2/sites-available/default /etec/apache2/sites-available/default_back
       sudo cp /etc/apache2/sites-available/default-ssl /etec/apache2/sites-available/default-ssl_back
Langkah 11 ; Edit file default-ssl
       sudo vim /etc/apache2/sites-available/default-ssl
      Perhatikan baris SSLEngine, SSLCertificateFile, SSLCertificateKeyFile pada bagian di bawah ini
<IfModule mod_ssl.c>
<VirtualHost 192.168.0.135:443>
    ServerAdmin webmaster@localhost

    DocumentRoot /var/www-ssl
    <Directory />
        Options FollowSymLinks
        AllowOverride None
    </Directory>
   
<Directory /var/www/>
        Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
        AllowOverride None
        Order allow,deny
        allow from all
  
</Directory>
    ScriptAlias /cgi-bin/ /usr/lib/cgi-bin/
    <Directory "/usr/lib/cgi-bin">
        AllowOverride None
        Options +ExecCGI -MultiViews +SymLinksIfOwnerMatch
        Order allow,deny
        Allow from all

    </Directory>
    ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}/error.log

    # Possible values include: debug, info, notice, warn, error, crit,
    # alert, emerg.

    LogLevel warn

    CustomLog ${APACHE_LOG_DIR}/ssl_access.log combined

    #   SSL Engine Switch:
    #   Enable/Disable SSL for this virtual host.

    SSLEngine on

    #   A self-signed (snakeoil) certificate can be created by installing
    #   the ssl-cert package. See
    #   /usr/share/doc/apache2.2-common/README.Debian.gz for more info.
    #   If both key and certificate are stored in the same file, only the
    #   SSLCertificateFile directive is needed.
    #    SSLCertificateFile    /etc/ssl/certs/ssl-cert-snakeoil.pem

    #    SSLCertificateKeyFile /etc/ssl/private/ssl-cert-snakeoil.key
    SSLCertificateFile    /etc/apache2/ssl/server.crt
    SSLCertificateKeyFile /etc/apache2/ssl/server.key

    #   Server Certificate Chain:
    #   Point SSLCertificateChainFile at a file containing the
    #   concatenation of PEM encoded CA certificates which form the
    #   certificate chain for the server certificate. Alternatively
    #   the referenced file can be the same as SSLCertificateFile
    #   when the CA certificates are directly appended to the server
    #   certificate for convinience.

    #SSLCertificateChainFile /etc/apache2/ssl.crt/server-ca.crt

    #   Certificate Authority (CA):
    #   Set the CA certificate verification path where to find CA
    #   certificates for client authentication or alternatively one
    #   huge file containing all of them (file must be PEM encoded)
    #   Note: Inside SSLCACertificatePath you need hash symlinks
    #         to point to the certificate files. Use the provided
    #         Makefile to update the hash symlinks after changes.
    #SSLCACertificatePath /etc/ssl/certs/
    #SSLCACertificateFile /etc/apache2/ssl.crt/ca-bundle.crt


    #   Certificate Revocation Lists (CRL):
    #   Set the CA revocation path where to find CA CRLs for client
    #   authentication or alternatively one huge file containing all
    #   of them (file must be PEM encoded)
    #   Note: Inside SSLCARevocationPath you need hash symlinks
    #         to point to the certificate files. Use the provided
    #         Makefile to update the hash symlinks after changes.
    #SSLCARevocationPath /etc/apache2/ssl.crl/
    #SSLCARevocationFile /etc/apache2/ssl.crl/ca-bundle.crl


    #   Client Authentication (Type):
    #   Client certificate verification type and depth.  Types are
    #   none, optional, require and optional_no_ca.  Depth is a
    #   number which specifies how deeply to verify the certificate
    #   issuer chain before deciding the certificate is not valid.
    #SSLVerifyClient require
    #SSLVerifyDepth  10


    #   Access Control:
    #   With SSLRequire you can do per-directory access control based
    #   on arbitrary complex boolean expressions containing server
    #   variable checks and other lookup directives.  The syntax is a
    #   mixture between C and Perl.  See the mod_ssl documentation
    #   for more details.
    #<Location />
    #SSLRequire (    %{SSL_CIPHER} !~ m/^(EXP|NULL)/ \
    #            and %{SSL_CLIENT_S_DN_O} eq "Snake Oil, Ltd." \
    #            and %{SSL_CLIENT_S_DN_OU} in {"Staff", "CA", "Dev"} \
    #            and %{TIME_WDAY} >= 1 and %{TIME_WDAY} <= 5 \
    #            and %{TIME_HOUR} >= 8 and %{TIME_HOUR} <= 20       ) \
    #           or %{REMOTE_ADDR} =~ m/^192\.76\.162\.[0-9]+$/
    #</Location>


    #   SSL Engine Options:
    #   Set various options for the SSL engine.
    #   o FakeBasicAuth:
    #     Translate the client X.509 into a Basic Authorisation.  This means that
    #     the standard Auth/DBMAuth methods can be used for access control.  The
    #     user name is the `one line' version of the client's X.509 certificate.
    #     Note that no password is obtained from the user. Every entry in the user
    #     file needs this password: `xxj31ZMTZzkVA'.
    #   o ExportCertData:
    #     This exports two additional environment variables: SSL_CLIENT_CERT and
    #     SSL_SERVER_CERT. These contain the PEM-encoded certificates of the
    #     server (always existing) and the client (only existing when client
    #     authentication is used). This can be used to import the certificates
    #     into CGI scripts.
    #   o StdEnvVars:
    #     This exports the standard SSL/TLS related `SSL_*' environment variables.
    #     Per default this exportation is switched off for performance reasons,
    #     because the extraction step is an expensive operation and is usually
    #     useless for serving static content. So one usually enables the
    #     exportation for CGI and SSI requests only.
    #   o StrictRequire:
    #     This denies access when "SSLRequireSSL" or "SSLRequire" applied even
    #     under a "Satisfy any" situation, i.e. when it applies access is denied
    #     and no other module can change it.
    #   o OptRenegotiate:

    #     This enables optimized SSL connection renegotiation handling when SSL
    #     directives are used in per-directory context.
    #SSLOptions +FakeBasicAuth +ExportCertData +StrictRequire

    <FilesMatch "\.(cgi|shtml|phtml|php)$">
        SSLOptions +StdEnvVars
    </FilesMatch>
    <Directory /usr/lib/cgi-bin>
        SSLOptions +StdEnvVars
    </Directory>

    #   SSL Protocol Adjustments:
    #   The safe and default but still SSL/TLS standard compliant shutdown
    #   approach is that mod_ssl sends the close notify alert but doesn't wait for
    #   the close notify alert from client. When you need a different shutdown
    #   approach you can use one of the following variables:
    #   o ssl-unclean-shutdown:
    #     This forces an unclean shutdown when the connection is closed, i.e. no
    #     SSL close notify alert is send or allowed to received.  This violates
    #     the SSL/TLS standard but is needed for some brain-dead browsers. Use
    #     this when you receive I/O errors because of the standard approach where
    #     mod_ssl sends the close notify alert.
    #   o ssl-accurate-shutdown:
    #     This forces an accurate shutdown when the connection is closed, i.e. a
    #     SSL close notify alert is send and mod_ssl waits for the close notify
    #     alert of the client. This is 100% SSL/TLS standard compliant, but in
    #     practice often causes hanging connections with brain-dead browsers. Use
    #     this only for browsers where you know that their SSL implementation
    #     works correctly.

    #   Notice: Most problems of broken clients are also related to the HTTP
    #   keep-alive facility, so you usually additionally want to disable
    #   keep-alive for those clients, too. Use variable "nokeepalive" for this.
    #   Similarly, one has to force some clients to use HTTP/1.0 to workaround
    #   their broken HTTP/1.1 implementation. Use variables "downgrade-1.0" and
    #   "force-response-1.0" for this.

    BrowserMatch "MSIE [2-6]" \
        nokeepalive ssl-unclean-shutdown \
        downgrade-1.0 force-response-1.0
    # MSIE 7 and newer should be able to use keepalive
    BrowserMatch "MSIE [17-9]" ssl-unclean-shutdown

</VirtualHost>
</IfModule>

Langkah 12 ; Edit file ports.conf, untuk menambahkan virtualhostnya
       sudo vim /etc/apache2/ports.conf
# If you just change the port or add more ports here, you will likely also
# have to change the VirtualHost statement in
# /etc/apache2/sites-enabled/000-default
# This is also true if you have upgraded from before 2.2.9-3 (i.e. from
# Debian etch). See /usr/share/doc/apache2.2-common/NEWS.Debian.gz and
# README.Debian.gz

NameVirtualHost *:80
Listen 80

<IfModule mod_ssl.c>
    # If you add NameVirtualHost *:443 here, you will also have to change
    # the VirtualHost statement in /etc/apache2/sites-available/default-ssl
    # to <VirtualHost *:443>
    # Server Name Indication for SSL named virtual hosts is currently not
    # supported by MSIE on Windows XP.

   
NameVirtualHost 192.168.0.135:443
   
Listen 443
</IfModule>
 notes ; itu ip 192.168.0.135 itu ip pc saya :senyum


Langkah 13 ; Cek semua yang dikonfigurasi tadi.
       sudo apache2ctl configtest
Langkah 14 ; Restart Apache
       sudo service apache2 restart

Dan jika semua konfigurasi berhasil, buka browser dan ketik https://192.168.0.135. Ingat ya, kita tidak deklarasi localhost pada virtualhost. Jadi misalnya kalian mengetik https://localhost, kemungkinan muncul ssl conncetion error seperti gambar 3. 
gambar 1
Akan muncul seperti gambar 1, jika membuka https://192.168.0.135. Step selanjutnya browser akan menambahkan pada list certificatenya untuk selajutnya proses trust
gambar 2
Jika klik proceed anyway, maka akan masuk ke document rootnya. Dan akan muncul seperti gambar 2.
gambar 3
Muncul gambar 3 karena ipnya tidak sesuai dengan yang ada di virtualhost dan konfigurasi file ports.conf
Nah pada gambar 1 muncul warning jika masuk https, karena proses certifiate di atas memakai self signed. Jadi kalau tidak mau muncul warning di atas, maka beli signature dari Versign vendor ssl lainnya.
Kalau kurang jelas bisa lihat ini.

Sunday, August 9, 2015

Install Kloxo Control Panel Di VPS ( Cent OS / RHEL – RedHat Linux)

Kloxo adalah salah satu Webserver Control Panel yang setidaknya mudah dan mempunyai fitur yang lengkap dan ringan , serta saya telah menancapkan Kloxo ke VPS saya ( insya allah ntar buat blog ini nanti biar gak down mulu ) 😛 , sekedar referensi saya telah sharing beberapa Webserver Control Panel disini : 6 Webserver Control Panel Gratis Untuk Linux Based
Dan sekedar memberikan saran direkomendasikan untuk mempunyai RAM VPS sebesar 256MB tapi kalau 128MB ya bisa saja , karena saya juga sudah mencobanya di 128MB dan hasilnya juga lumayan Maksimum.
Kloxo adalah salah satu Webserver Control Panel yang dikembangkan oleh LXLABS yang sekarang situsnya telah beralih ( sebenarnya sudah lama ) ke lxcenter.org , Kloxo mempunyai banyak keunggulan selain ringan juga sangat kompatible dengan berbagai macam OS linux, serta sudah siap terintegrasi dengan Billing Hosting seperti WHMCS , BOXBILLING dan HostBill. Walaupun mungkin sudah banyak yang membahasnya saya mencoba membahas kembali disini , alasannya proses penginstallan untuk beberapa orang / user awam yang masih belum tahu banyak tentang Linux akan mendapat kesulitan dalam penginstallan. Jadi kalau kita mau buat VPS sebagai Webserver gak perlu yang namanya remote desktop dan sebagainya cukup install Control Panel saja :) udah cukup biar gak berat- beratin server.
Disini saya menggunakan CENTOS 5.8 ( final ) karena dengar dengar paling banyak digunakan dan stabil serta sudah banyak pembahasan di google, saya menyarankan bila sahabat memilih OS pilih CENT OS 5.8 ya  😀 hehehe… biar lancar 😛

note : tanda # hanya sebagai tanda prefix saja, saat memasukkan Command jangan masukkan tanda # ke SSH console
PREPARE

  1. Koneksi internet yang stabil ( tidak terputus putus – cari sinyal yang bagus kalau perlu naek genteng sekalian )
  2. SSH Tools atau saya sarankan untuk menggunakan Putty karena lebih mudah . bisa sahabat dpatkan disini , 
    putty
    putty
  3. Minimal Diskspace yang diperlukan untuk Kloxo adalah 2GB jadi yah , jangan ampe punya VPS yang diskspace kurang dari 2GB
  4. WInSCP (optional) agar lebih mudah  kalau nanti ingin mengedit file bagi pengguna Windows based. (WinSCP dapat terintegrasi dengan Putty) WInSCP ini layaknya FTP Client tapi jauh lebih lengkap dan ttransparant , walaupun Opsional tapi ini sangat berguna monggo Didownload dulu 😀 di situsnya →  http://winscp.net/eng/download.php
  5. 3 cangkir kopi dan satu pak rokok serta banyak kesabaran ,  baca juga ini yah sebelum minum kopi 😛 → Manfaat dan Kerugian Minum Kopi.


Persiapkan segala yang diperlukan mulai dari Koneksi yang baik sampai kopi manisnya, langsung praktek .:
CONFIGURE


  1. Buka Console SSH ( putty ) dan masuk sebagai Root User ( username : root)
    ssh root
    ssh root access console
  2. Lakukan Perintah :
    # yum update
    Disini adalah berfungsi untuk mengupdate system OS sahabat , kalau tidak mau di update lewati langkah ini ( tapi saya sarankan lakukan ini untuk mengupdate beberapa repository di OS sahabat ) tunggu hingga selesai pengoperasian :).
  3. Disable Sellinux – entah kenapa harus didisable tapi yang pasti Kloxo mengharuskan disable Selinux pada System sahabat dengan command berikut :
    # su - root
    # setenforce 0
    su – root disini adalah sebagai untuk mengakses directory utama user root atau /root/
    dan setenforce 0 adalah untuk mendisable selinux.
    untuk memastikan selinux disable ketikkan command berikut , kalau selinux tidak di disable maka sahabat akan membuang buang waktu untuk menginstall Kloxo bahkan akan terpaksa menginstall kloxo .
    # /usr/sbin/sestatus
    Kalau Selinux telah berhasil terdisable maka akan tampak pemberitahuan seperti ini :
    SELinux status:                 disabled
    selinux disable
    selinux disable
  4. Setelah itu pastikan port 7777/tcp dan 7778/tcp terbuka , dan biasanya default CentOS masih tertutup maka kita harus membukanya, kalau tidak kita buka menurut pengalaman beberapa kali install saya gagal terus :( . ketikkan perintah berikut di Console SSH :
    # iptables -I INPUT -p tcp --dport 7777 -j ACCEPT
    # iptables -I INPUT -p tcp --dport 7778 -j ACCEPT
    #service iptables save
    service iptables restart

Berlanjut ke Pengisntallan
INSTALLATION

Lanjutkan ke Proses Installasi Kloxo , dan disini kita harus mengetahui mysql telah terinstal atau belum , sehingga bisa memberikan penginstallan yang benar terhadap Kloxo ,dengan command Berikut :

# yum grouplist
Tunggu hingga selesai , dan lihat di paket yang terinstall , apa saja. Dan biasanya Default Fresh Installation di CentOS paket mysql belum terintsall. Dan ikuti lngkah berikut apabila MySQL belum terinstall :
yum grouplist
yum grouplist
Pada screenshot gambar diatas tertulis parent list : Installed Groups & Available Groups , dan di Installed Groups tidak terdapat MySQL .
  1. Pastikan sahabat masih berada di console SSH dengan user root , lakukan command berikut :
    # yum install -y wget
    # wget http://download.lxcenter.org/download/kloxo/production/kloxo-installer.sh
  2. Walau kadang Wget sudah terinstall tapi kita usahakan menginstall atau upgrade Wget Tools di CentOS / Linux kita , fungsi wget adalah untuk mendapatkan file / download file dari direct Download Site.
    wget command console
    wget install session
  3. Setelah melakukan download kloxo-installer.sh, maka kita lakukan proses penginstallan , ada 2 pilihan yaitu Kloxo hanya sebagai single server ataukah sebagai Slave , berikut SSH command:Untuk Menjadikan Kloxo sebagai Single Master :
    # sh ./kloxo-installer.sh --type=master
    Untuk menjadikan Kloxo sebagai Slave :
    # sh ./kloxo-installer.sh --type=slave
    Untuk sahabat yang kurang begitu paham jalankan saja sebagai Master :
    begin install
    begin install
    Nb : pada screen shot diatas terlihat bahwa ke empat baris dari awal tertulis pemberitahuan tentang :
    – installing as “root” [OK] –> bahwa proses install berupa user root
    – Operating System Supported [OK] –> Os yang dipakai compatible dengan Kloxo
    – SELinux Disabled  [OK] –> bahwa SELinux telah disable / dinonaktifkan.
    – Yum Installed [OK] –> Program Yum telah terinstall
    Tekan Tombol apapun untuk melanjutkan ,  proses installasi.
  4. Tunggu sampai Proses Selesai , akan tetapi saat nanti ada pemberitahuan InstallApp Software, bisa sebagai pilihan kalau memang sahabat mempunyai diskspace yang besar boleh diinstall , dan saya sarankan dan banyak yang menyarankan pula jangan diinstall atau pilih “N” karena Script yang tersedia sudah tidak uptodate atau kedaluwarssa dan merupakan software lama, InstallApp adalah seperti halnya Softaculous AutoInstaller.
    installapp
    installapp Software
    Seperti pada ScreenShot diatas setelah menyetujui Agreement
    setelah selang beberapa proses penginstallan sahabat akan diberikan pertanyaan untuk mengisi password , dan isikan password sahabat , tapi ngetiknya pelan pelan ya 😀 dan isikan dengan password yang mudah diingat.
    permintaan mengisi password
    isi password
    Setelah sahabat isikan password maka penginstallan akan berlanjut lagi.
    dan berikut adalah tampilan saat Kloxo telah selesai diinstal :
    installasi kloxo telah berhasil
    installasi kloxo telah berhasil
  5. Setelah selesai maka Kloxo akan memberikan screen bahwa Kloxo telah berhasil di install , serta untuk mengunjungi Admin Cpanel , bisa akses ke :http://alamat_ip:7778Dan masuk menggunakan ,
    username : admin
    password : admin
    akses kloxo panel login
    Kloxo Panel Login http://ip_vps:7778

    setelah sahabat memasuki area Kloxo maka sahabat akan disarankan untuk mengubah Password Control Panel Kloxo sahabat.
    kloxo change password
    kloxo change password
  6. Selesai sudah install Kloxo nya 😀
Akhirnya selesai sudah install Kloxo di CentOS / RHeL , tapi ada kekurangan dari Kloxo karena default kloxo masih menggunakan php Versi 5.2, dan untuk upgrade ke php 5.4 insya allah akan saya share di pembahasan tentang Webserver Selanjutnya 😀
Cek Versi Php dengan Command :
# php -v
Rangkuman install :
# yum update
# setenforce 0
# iptables -I INPUT -p tcp --dport 7777 -j ACCEPT
# iptables -I INPUT -p tcp --dport 7778 -j ACCEPT
# yum install -y wget
# wget http://download.lxcenter.org/download/kloxo/production/kloxo-installer.sh
# sh ./kloxo-installer.sh --type=master
atau untuk slave
# sh ./kloxo-installer.sh --type=slave 
Akses ke halaman control panel admin dengan alamat :
http://alamat_ip:7778
dan masuk menggunakan user & password = admin Setelah itu selesai penginstallan :)

UPDATE..!!! berminat dengan kloxo yang lebih optimal akses disini : Kloxo MR - Alternativ Kloxo yang lebih optimal
© Template by Lakuin Ajadeh